Ratusan Siswa dan Guru di Gembong Pati Keracunan Massal, Diduga Usai Santap Menu Makan Bergizi Gratis

Table of Contents


Moeria - PATI - 
Kasus dugaan keracunan massal menggemparkan Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Rabu (9/9/2026). Ratusan siswa dan guru dari dua sekolah berbeda dilarikan ke fasilitas kesehatan setelah mengeluhkan gejala mual, muntah, pusing, hingga diare secara bersamaan.

​Berdasarkan data sementara hingga Rabu siang, insiden ini menimpa sedikitnya 120 siswa dan 27 guru di MTs Negeri 3 Gembong. Sementara itu, sekitar 50 siswa dari salah satu sekolah tingkat pertama (SMP) di wilayah yang sama juga dilaporkan mengalami gejala serupa.

​Puskesmas Gembong Overload Pasien

Lonjakan pasien membuat suasana di Puskesmas Gembong tampak sibuk dengan mobil ambulans yang silih berganti datang membawa korban. Kepala MTs Negeri 3 Gembong, Zaenal Arifin, mengungkapkan bahwa pendataan korban masih terus berjalan seiring dengan proses medis yang diberikan.

​"Penanganan di puskesmas, yang ringan-ringan belum terdata, yang kecil-kecil. Ada 120 siswa dan 27 guru, yang terdata keracunan, dan ini masih proses," ujarnya.

​Sebagian Korban di Larikan ke RSUD Soewondo dan RS Mitra Bangsa

Akibat keterbatasan kapasitas tampung, sebagian korban dengan kondisi yang memerlukan penanganan intensif terpaksa dirujuk ke RSUD Soewondo Pati. Di sisi lain, ratusan siswa yang mengalami gejala lebih ringan memilih untuk menjalani perawatan mandiri di rumah masing-masing.

​Dugaan kuat sementara mengarah pada menu makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan oleh penyedia (SPPG Gembong) sehari sebelumnya, yaitu pada Selasa (8/9/2026). Sejumlah korban mulai merasakan gejala awal berupa mual dan pusing pada Selasa sore, beberapa jam seusai menyantap makanan tersebut, sebelum akhirnya kondisi mereka memburuk pada Rabu pagi.

​"Setelah makan itu terasa mual dan pusing, terus diare. Itu dirasakan kemarin sore. Alhamdulillah hari ini sudah mulai baikan," ungkap Nehisa dan Rania, siswi MTs Negeri 3 Gembong, saat ditemui di lokasi perawatan.

​Hingga saat ini, korban masih terus berdatangan untuk memeriksakan diri. Aparat kepolisian setempat dikabarkan telah turun tangan dan masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti di balik insiden keracunan massal ini (Paiman/zie) 

Post a Comment