WFH ASN Kudus Tiap Jumat, Pengawasan Cuma Modal 'Shareloc', Awas Jadi Ajang 'Titip Lokasi'!
![]() |
| Kepala BKPSDM Kudus, Tulus Tri Yatmika |
MOERIA, KUDUS – Kebijakan Work From Home (WFH) ASN Pemkab Kudus yang baru saja diumumkan mulai menuai sorotan tajam. Meski niatnya efisiensi BBM, sistem pengawasannya dinilai masih "jadul" dan rawan dimanipulasi!
Pasalnya, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kudus mengakui bahwa pengawasan pegawai yang bekerja dari rumah sementara ini hanya mengandalkan fitur share location melalui aplikasi pesan singkat yang termasuk jadul dan bisa di manipulasi.
Celah di Balik Kebijakan.
Hanya Modal Percaya: Kepala BKPSDM, Tulus Tri Yatmika, mengakui belum ada sistem pelacakan real-time. Pengawasan saat ini murni mengedepankan prinsip kepercayaan. sayangnya, metode shareloc sederhana ini dinilai sangat rentan dimanipuasi dengan aplikasi lokasi Palsu (Fake GPS). ASN bisa terlihat di rumah, padahal sedang berada di tempat lain.
Belum Adanya Sistem Khusus yang mendukung kebijakan WFH sehingga membuat banyak pihak khawatir bahwa kebijakan tersebut akan banyak disalah gunakan. Pemkab Kudus mengaku belum memiliki alat atau aplikasi khusus untuk mendeteksi kecurangan lokasi tersebut.
Tetap Ada "Garda Depan" yang WFO
Meski sistem pengawasan WFH disorot, layanan publik dipastikan tidak libur. Pimpinan OPD, Eselon II & III, Camat, hingga Lurah diharamkan WFH dan wajib tetap siaga di kantor (WFO).
"Kalau ada arahan share location, ya tinggal dibuka dan dilaporkan posisi kita. Memang sederhana," ujar Tulus Tri Yatmika (1/4/2026). Namun, ia menegaskan sanksi berat tetap menanti bagi ASN yang terbukti "nakal".
Kebijakan ini kini menjadi ujian integritas bagi ribuan ASN di Kota Kretek. Apakah efisiensi BBM akan tercapai, atau justru tingkat kedisiplinan yang malah merosot?
Gimana lur? Menurutmu pengawasan pakai shareloc sudah cukup efektif, atau perlu aplikasi yang lebih canggih biar nggak bisa bohong?

Post a Comment