Rencana Pembangunan SMA Negeri di Jaken & Tambakromo: Antara Janji Provinsi dan Mandeknya Koordinasi!

Table of Contents

Moeria, PATI – Rencana besar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk memeratakan pendidikan di "Bumi Mina Tani" kini tengah menjadi sorotan. Meski Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin, sudah menegaskan bahwa Kecamatan Jaken dan Tambakromo menjadi prioritas pembangunan SMA Negeri baru, namun di lapangan, aroma ketidaksiapan birokrasi mulai tercium.

Misskoordinasi atau Sekadar Wacana?

Kepala Bapperida Pati, Muhtar, mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa hingga saat ini belum ada komunikasi lanjutan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jateng. Padahal, urgensi pembangunan ini sudah di depan mata dan Masyarakat di daerah tersebut sudah menunggu Realisasi wacana tersebut.

"Kami hanya menyampaikan kondisi dan kendala di lapangan. Nanti kita bangun Komunikasi yang baik," ujar Muhtar (31/3).

Pernyataan ini seolah menegaskan adanya tembok tebal yang menjadi penghalang antara kebijakan di level Provinsi dengan kesiapan eksekusi di level Kabupaten yang membuat progres kebijakan seakan berhenti.

Pendidikan di "Blank Spot" Sinyal

Jaken dan Tambakromo bukan sekadar butuh gedung sekolah. Data menunjukkan kedua wilayah ini masih berstatus Minim Infrastruktur terutama Akses jalan yang menantang bagi pelajar. Selain itu Blank Spot Digital atau kendala Sulitnya sinyal komunikasi dan internet menjadi sebuah ironi di tengah tuntutan sistem pendidikan daring dan operasional sekolah modern.

Kenapa Jaken & Tambakromo?

Pemprov secara tegas mencoret Margoyoso dari daftar dan memilih Jaken serta Tambakromo. Alasannya jelas: Zonasi Pendidikan. Selama puluhan tahun, lulusan SMP di dua kecamatan ini harus "berdarah-darah" menembus sekolah di kecamatan tetangga atau terpaksa putus sekolah karena kendala jarak dan biaya transportasi.

Analisis Singkat:

Pembangunan SMA Negeri ini bukan sekadar soal batu bata dan semen, tapi soal keadilan sosial bagi warga Pati Selatan dan Timur. Jika koordinasi antara Pemprov dan Pemkab terus berjalan di tempat, maka mimpi anak-anak Jaken dan Tambakromo untuk sekolah di tanah sendiri akan tetap menjadi mimpi di atas kertas. (M4/rif)

Post a Comment