Perbaikan Tanggul Jembatan Ambrol di Lumbungmas Terkendala Anggaran

Table of Contents

MOERIA, PATI, PUCAKWANGI – Kondisi infrastruktur di wilayah pinggiran Kabupaten Pati kembali menjadi sorotan. Jembatan Desa Lumbungmas di Kecamatan Pucakwangi kini dalam kondisi kritis setelah tanggul penahannya ambrol diterjang banjir pada Senin malam lalu. Meski kerusakan nyata di depan mata, perbaikan permanen terganjal masalah klasik yaitu Anggaran.

Lubang Menganga 8 Meter

Banjir besar yang dipicu hujan deras mengakibatkan tanggul sepanjang 8 meter dengan kedalaman 4,5 meter tergerus dan longsor. Akibatnya, struktur utama jembatan kini rentan amblas.

Kepala Desa Lumbungmas, Sutik, bergerak cepat dengan melarang kendaraan berat melintas.

“Untuk aktivitas warga masih bisa, tapi untuk muatan material kita stop dulu untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.

Tidak Ada Anggaran Perbaikan di APBD Murni

Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Pati, Hasto Utomo, mengungkapkan bahwa estimasi biaya perbaikan mencapai Rp120 juta. Namun, masalah muncul karena proyek ini tidak masuk dalam daftar agenda APBD Murni 2026.

Kini, nasib jembatan tersebut digantungkan pada dua skema darurat:

  • Dana BTT (Belanja Tidak Terduga) yaitu Mengandalkan usulan BPBD karena kejadian ini murni bencana alam.
  • Anggaran Perubahan, Jika opsi pertama gagal, warga harus bersabar menunggu hingga pembahasan APBD Perubahan 2026.

Warga Berharap Respons Cepat

Hingga berita ini diturunkan, DPUTR masih menunggu koordinasi dengan pihak BPBD Pati. Masyarakat berharap pemerintah tidak terlalu lama terjebak dalam proses administrasi, mengingat jembatan ini adalah urat nadi ekonomi warga setempat.

Situasi di Lumbungmas ini menjadi ujian sensitif bagi Pemkab Pati. Di satu sisi ada aturan administrasi anggaran, namun di sisi lain ada ancaman keselamatan warga. Tanpa penanganan cepat melalui dana BTT, kerusakan diprediksi akan semakin parah jika hujan deras kembali mengguyur wilayah Pucakwangi.

Post a Comment